JATIM OPTIMIS JUARA UMUM DI KEJURNAS MENEMBAK


Kejurnas Menembak 2013















Provinsi Jawa Timur terus Optimis untuk meraih gelar juara umum di Kejurnas Menembak Youth dan Junior Piala Walikota Surabaya 2013.
Keoptimisan ini tidak lepas dari latihan yang sudah dipersiapkan sejak lama.
    Kejurnas digelar di Lapangan Tembak Kodam V Brawijaya, mulai 28 Mei hingga 2 Juni. Sebanyak 13 propinsi mengikuti Kejurnas yang memperebutkan Piala Walikota Surabaya ini, antara lain DKI Jaya, Bali, Sumsel,  Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Banten, Sulsel, Kaltim, Bengkulu, Riau dan NTB.
    "Kekuatan menembak sudah merata. Jadi kita juga berupaya sekuat tenaga untuk menjadi yang terbaik," ujar Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Ediwan, di sela-sela acara pembukaan Kejurnas Menembak Youth dan Junior Piala Walikota Surabaya 2013, di Balai Kartika, Rabu (29/5)
    Ditambahkannya, dia berharap Jawa Timur tetap menjadi barometer cabor menembak di Indonesia. Apalagi di PON Riau September lalu, Jawa Timur mampu meraup 10 medali emas, dari target 5 emas yang dibebankan KONI Jatim.  "Ada 8 emas yang diperebutkan ke kejuaraan ini. Semoga kita bisa dapat yang terbanyak," imbuhnya.
    Diakui Ediwan, saat ini sudah banyak daerah yang atletnya memiliki prestasi moncer. Diantaranya Bali dan NTB. Jawa Timur menerjunkan sebanyak 70 atlet dari total 143 peserta yang mengikuti kejurnas."Kedua daerah itu pembinaanya cukup berhasil. Mereka cukup kuat," tutur Ediwan.
    Sementara itu salah satu atlet nasional andalan Jawa Timur, Diaz Kusumawardhani, menyatakan dirinya telah mempersiapkan diri secara intensif selama 2 minggu untuk menghadapi kejuaraan ini. "Saya persiapkan diri selama 2 minggu," tutur Diaz.
    Menurut atlet yang membela Indonesia di ajang Olimpiade di London 2012 lalu, saat ini kekuatan menembak sudah mulai merata.
    "Untuk itu saya tidak bisa memprediksi siapa yang paling kuat. Semuanya memiliki peluang yang sama," kata Diaz. Sebelum terjun di Kejurnas, Diaz juga telah mengikuti kejuaraan menembak tingkat Asia di Nanjang Cina pada Pebruari lalu. Sayangnya di Negeri Tirai Bambu tersebut, Diaz hanya mampu beradadi kisaran 15 besar. Hal ini dikarenakan pesertanya adalah atlet-atlet dari negara-negara Asia. Nantinya Dias akan turun di nomor spesialisnya 10 M Air Rifle Putri. Nomor yang selama ini selalu menyumbangkan emas bagi Jawa Timur
    Sedangkan Kadispora Surabaya Drs Sigit Sugihartono, dalam sambutannya mengatakan saat ini kompetisi olahraga baik di tingkat nasional maupun internasional  semakin ketat, hanya dengan keuletan dan kerja keraslah prestasi olahraga nasional dapat terwujudkan. Kita harus belajar sikap pantang menyerah dari pendahulu kita, prestasi dari pendahulu kita harus kita menjadi untuk meraih prestasi lebih baik lagi.(her,sti)

Bagikan berita :
 
Supported by : Creating Website | MENOREH . Net - Media Partner
Copyright © 2013. Buana Sport - All Rights Reserved
Created by News BUANA.Com
KONTAK REDAKSI